
Sassuolo akan mencoba meraih poin penuh di kandang kala menjamu AC Milan akhir pekan nanti. Alessandro Matri bisa menjadi kunci kesuksesan I Neroverdi meraih 3 angka, karena motivasi sang pemain untuk mempermalukan mantan klubnya tersebut.
Sedangkan AC Milan ingin mencoba tampil konsisten setelah beberapa kali meraih hasil minim, yang membuat skuat asuhan Vincenzo Montella terlempar dari posisi 5 besar.
Selain pengaruh Matri, dukungan penuh dari suporter tuan rumah juga menjadi alasan mengapa Sassuolo mampu mengalahkan AC Milan. Meskipun kalah secara head to head, namun ketika bertanding di depan publik sendiri, I Neroverdi berhasil mengandaskan perlawanan Rossoneri.

Pada pekan ke-26 Serie A Italia ini, Sassuolo juga diuntungkan dengan pincangnya skuat AC Milan yang memiliki 6 pemain cedera. Keenam pemain tersebut juga merupakan pilar utama AC Milan, seperti Ricardo Montolivo, Alessio Romagnoli, Mattia De Sciglio, dan Giacomo Bonaventura.

Namun, Rossoneri tidak perlu khawatir karena pemain pinjamannya, Gerard Deulofeu sedang dalam kepercayaan diri tinggi setelah mencetak gol perdananya ketika melawan Fiorentina pekan lalu.
Player to Watch
Alessandro Matri (Sassuolo)

Dalam enam laga terakhir Matri selalu menjadi pilihan utama sang pelatih, Eusebio. Pasalnya, mantan pemain Juventus dan AC Milan tersebut telah mencetak 5 gol ketika dipercaya sebagai starter.
Pesepakbola asal Italia tersebut juga memiliki motivasi lebih setelah dalam dua kesempatan berseragam AC Milan (2003-2007 dan 2013-2016) dirinya dikhianati dan dibuang.
Tentunya dalam laga tersebut pria berusia 32 tahun itu sangat berhasrat untuk bisa mengoyak jala Gianluigi Donnarumma dan menghasilkan poin penuh di kandang.
Gerard Deulofeu (AC Milan)

Pemain yang dipinjam AC Milan dari Everton ini sedang dalam kepercayaan diri yang tinggi, setelah berhasil mencetak gol perdananya dalam seragam Rossoneri.
Selain itu, kepercayaan yang diberikan oleh pelatih Vincenzo Montella kepada dirinya semakin membuat semangatnya berapi-api untuk bisa menunjukkan diri sebagai pemain berkualitas.
Meskipun baru mencetak 1 gol dan 1 assist dalam 6 laga bersama AC Milan, mantan pemain Barcelona ini memiliki pergerakan yang mampu mengecoh pertahanan lawan. Karenanya, I Neroverdi harus sangat berhati-hati terhadap tusukan-tusukan yang akan dilakukannya.
Pemain berusia 22 tahun ini juga bisa diposisikan sebagai false nine di lini depan. Dengan begitu, serangan yang dibangun oleh AC Milan dapat lebih bervariasi dan sulit untuk ditebak.
