Federasi Sepakbola Italia (FIGC) akhirnya mengetuk palu hukum sekencang-kencangnya kepada mantan petinggi Juventus, Luciano Moggi. Pengadilan memutuskan jika Moggi bersalah terkait kasus Calciopoli dan melarangnya berkecimpung di sepakbola seumur hidup.
Moggi sebenarnya sudah melakukan banding kepada komite disiplin FIGC dan pengadilan hukum di Italia. Namun pembelaannya ditolak dan pria berusia 79 tahun itu dikenai sanksi berat tak boleh melakukan hubungan dengan sepakbola di Negeri Pizza itu "di kategori apapun".
Awalnya pembelaan atas dakawaan keterlibatan ia dengan skandal Calciopoli dilakukannya ke pengadilan olahraga, namun ditolak mentah-mentah karena bukti yang dinilai "terlalu kuat dan tak bisa disangkal". Moggi kemudian mencoba membawa kasus ini ke pengadilan biasa (Consiglia di Stato), tapi hasilnya sama saja.
Alasannya tentu saja karena Consiglia di Stato merasa jika kasus Calciopoli bukan masuk wilayah atau yurisdiksinya, sehingga mereka merujuk skandal ini kembali ke pengadilan olahraga. Alhasil, Moggi harus menerima dakwaan seumur hidup yang sudah diketuk.