Selain senang mengeluarkan kata tak senonoh, Stefanov menjelaskan sikap Omar lambat laun berubah menjadi sombong.
"Tanpa alasan yang jelas, pemain itu menjadi sombong dan kasar. Ia belajar frasa paling vulgar di Bulgaria dan mulai mengalamatkannya kepada rekan satu timnya tanpa kecuali,” papar sang presiden klub.
Ia menambahkan, "Orang Kenya itu mulai kurang ajar dan mengutuk segalanya, bahkan terkait dengan kehidupan di negara kita. Ia bahkan terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya terhadap negara Bulgaria.”