Dari sedikit kiper asing di Indonesia, Yoo Jae-Hoon adalah yang terbaik. Selalu menjadi pilihan utama Persipura sepanjang musim, kiper asal Korea Selatan ini memiliki skill di atas rata-rata.
Sejak bergabung dengan Mutiara Hitam pada 2010 silam, Yoo sudah sukses mempersembahkan tiga gelar domestik, di antaranya Indonesia Super League (ISL) 2010/11 dan 2012/13, serta Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016.
Pada tahun 2014, Yoo turut berkontribusi membawa Mutiara Hitam menapak semifinal Piala AFC 2014 sebelum dikalahkan Al-Qadsia SC dengan agregat 2-10.
Kebersamaan Yoo dengan Boaz Solossa dan kawan-kawan harus berakhir setelah dirinya memutuskan untuk mencari pengalaman baru untuk membela Bali United (dulunya Persisam) untuk kompetisi Liga Indonesia musim 2014/15.
Usai gagal membawa Bali United berprestasi dan vakumnya sepakbola nasional pada tahun 2015, di musim 2016 ini sang kiper memutuskan untuk kembali ke Persipura.
Pada Liga 1 2018 ini, Yoo Jae-Hoon kembali meninggalkan Persipura dan bergabung dengan Mitra Kukar. Yoo juga sempat mengungkapkan ingin gantung sarung tangan atau pensiun di Indonesia.