Dikatakan mantan pelatih Hendra, Sigit Pamungkas, faktor usia Hendra yang sudah tidak muda menjadi alasan paling menonjol tidak maksimalnya penampilan Hendra di Olimpiade 2016. Sigit yang mengantarkan Hendra S/Kido meraih juara dunia 2007, emas Olimpiade 2008 dan emas Asian Games 2010, menyebut kecepatan dan power Hendra sudah tidak seperti dulu.
"Kalau saya lihat, ini yang paling menonjol adalah masalah faktor umurnya Hendra Setiawan, terlihat dengan pemain Jepang yang rata-rata umur 20 tahunan. Speed dan power-nya ketinggalan," ujar Sigit kepada INDOSPORT.
"Dari sini kita harus punya planning kalau sekelas Olimpiade kita harus mempersiapkan pemain yang tampil memang sebaiknya di umur 20 sampai dengan 24 tahun,” jelasnya.

Untuk diketahui, saat menyabet emas Olimpiade 2008 Hendra masih berusia 24 tahun. Hendra yang ketika itu berpasangan dengan Markis Kido begitu ditakuti oleh lawan-lawannya.
Hendra begitu piawai bermain didepan net. Pukulan smash Hendra juga keras disamping penempatan bola Hendra yang terkenal mematikan.
Hendra sempat mengalami penurunan prestasi seiring keluar dari pelatnas Cipayung sekitar tahun 2010 silam dan mengalami kekecewaan saat gagal lolos ke Olimpiade London 2012. Namun Hendra bisa kembali kepuncak penampilan saat kembali ke Pelatnas dan dipasangkan dengan Mohammad Ahsan dengan catatan prestasi membanggakan dalam tiga tahun terakhir.