Liga Indonesia

Ormas Tolak Sepak Bola Wanita di Aceh, Ini Tanggapan Pemain Liga 1 asal Aceh

Resign Martini

|  

Editor Yohanes Ishak

INDOSPORT.COM – Baru-baru ini polemik mengenai pelarangan sepak bola wanita di Aceh mencuat di media dan menimbulkan pro-kontra di masyarakat. Hal tersebut juga mendapat sorotan dari pesepakbola asal Aceh yang saat ini membela Barito Putera di Liga 1, yakni Nazarul Fahmi.

Salah satu penyebab munculnya pemberitaan mengenai sepak bola wanita ini adalah karena salah satu Ormas Islam melakukan protes terhadap penyelenggaraan sepak bola putri Liga Kemenpora beberapa waktu lalu di Lhokseumawe, Aceh. Hal tersebut dinilai bertentangan dengan syariat Islam dan kearifan lokal masyarakat Aceh.

Nazarul Fahmi, striker muda Barito Putera asal Aceh pun menanggapi jika memang masyarakat Aceh hingga kini masih menjaga nilai-nilai Islam, khususnya batasan aurat wanita yang rentan terlihat jika tengah bermain sepak bola.

“Iya saya juga baru dengar kabar itu, tapi kalau di Aceh memang wanita sangat dijaga dari hal-hal yang bisa menampakkan aurat,” ungkap Fahmi saat dihubungi awak media olahraga INDOSPORT, Sabtu (06/07/19) kemarin.

“Mungkin ada pihak-pihak yang melarang karena kalau main bola pasti pakaiannya ketat, terus nanti bisa jadi tontonan laki-laki. Tapi belum tahu pasti juga sih apa alasan yang sebenarnya,” tambahnya.

Sementara itu Koordinator Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (BLiSPI) Aceh, Ishaq Rizal mengatakan pihaknya sangat menghargai perbedaan pendapat, dan telah melakukan permohonan maaf kepada masyarakat Aceh.

“Kami atas nama Panitia Penyelenggara Seleksi Pemain Sepak Bola Putri U-17 tingkat Provinsi Aceh, memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Aceh jika penyelenggaraan kegiatan seleksi pemain tersebut ada bertentangan dengan nilai-nilai Islam,” jelas Ishaq Rizal seperti dilansir dari laman Detik.