Indonesia tentu tak bisa hanya bertumpu pada Owi/Butet dan Praveen/Debby semata. Belajar dari Tiongkok, proses regenerasi menjadi poin penting yang harus dipegang jika ingin mencetak generai atlet yang berkualitas.
PBSI sendiri telah memiliki cara tersendiri untuk menempa para pemain muda. Seperti dilansir laman resmi PBSI, usai olimpiade, pemain pelapis ditargetkan untuk minimal menjajaki laga final di turnamen level grand prix gold.
“Kalau sebelum olimpiade diberi target final grand prix gold memang agak berat, kalau tidak bisa ke final, setidaknya mereka bisa membantu yang senior untuk membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan,” ungkap Richard memberikan alasan.