Tak Lupakan Jasa Passos

"Sebenarnya, bukan coach Passos yang pertama melatih saya di Indonesia dalam kategori pelatih asing, sebelumnya ada pelatih dari Eropa Timur terlebih dahulu melatih saya sewaktu di tim sebelumnya (Borneo)," kata Nadeo.

Penjaga gawang berusia 25 tahun ini menilai, Passos merupakan sosok pelatih yang berkualitas dan memiliki karakter melatih yang berbeda dari yang lainnya.

"Coach Passos adalah orang yang sangat disiplin di lapangan dan orang yang serius ketika berkerja sangat berdedikasi, sangat bertanggung jawab dengan anak asuhnya, selain juga orang yang baik pastinya," ungkapnya.

Selain itu, Nadeo mengakui saat melatih Passos merupakan sosok pelatih yang keras dalam memberikan program latihan. Namun, dibalik itu Passos memiliki tujuan agar anak asuhnya menjadi penjaga gawang yang hebat.

"Setiap pelatih memiliki karakter masing-masing dan ya benar Passos seperti itu, tapi dengan seperti itu dia punya tujuan untuk yang baik kepada kiper-kiper yang dia latih," ujarnya.

Saat ini, keduanya sudah berada di klub yang berbeda, Nadeo memperkuat Bali United dan Passos menjadi pelatih penjaga gawang di tim Persib Bandung.

Meski demikian, Nadeo tidak pernah melupakan Passos yang menjadi salah seorang paling berjasa dalam kariernya sebagai penjaga gawang, hingga akhirnya dia menjadi pemain yang sering mendapat panggilan bergabung dengan Timnas Indonesia.

Pasalnya, saat masih berada di tim yang sama, Passos sering memberikan kepercayaan kepadanya untuk bermain, sehingga kemampuan dan pengalamannya terus bertambah.

"Oh sangat jelas iya, karena dia juga yang beri kesempatan saya bermain waktu itu dan percaya akan kemampuan saya," jelasnya.

Momen kebersamaan di Borneo FC, menurut Nadeo menjadi salah satu pengalaman yang tidak dapat dilupakan olehnya bersama Passos.

"Ketika bekerja sama di tim kami sebelumnya tentunya, bisa kembali ke Timnas Indonesia salah satu contohnya," pungkasnya.