Taati aturan!

Panitia di stadion menyita sejumlah atribut tersebut karena negara Qatar melarang perilaku homoseksual dan apapun yang berbau LGBTQ, termasuk mendukungnya.

Penyitaan tersebut dilakukan jelang pertandingan antara Wales melawan Amerika Serikat yang berakhir dengan hasil seri 1-1. Saat itu, sejumlah fans Wales mengenakan bucket hat pelangi.

Salah satu pendukung Wales, Profesor di Universitas Cardiff, Laura McAllister merupakan fans lain yang bucket hat pelanginya disita saat akan memasuki stadion.

Peristiwa serupa juga terjadi saat sang suporter dalam perjalanan ke pertandingan di Metro sambil memegang bendera pelangi kecil. Hal itu menimbulkan sedikit gesekan.

Penggemar Qatar yang juga warga lokal merasa mereka tak menghargai tuan rumah karena memiliki budayanya sendiri. Selain itu, jika berbicara masalah hak asasi, seharusnya mereka juga bisa menghargai hukum setempat.

Mereka yang mengenakan berbagai simbol pelangi yang mendukung perilaku homoseksual dinilai tak memiliki rasa hormat. Hal itu memicu fans Qatar meneriaki mereka "kami memiliki budaya kami sendiri!".

Sebelumnya, isu ban kapten pelangi menyeruak pada hari kedua Piala Dunia 2022 digelar. Sejumlah negara peserta berencana nekat menggunakan ban kapten pelangi.

Mulanya negara-negara yang nekat menggunakan ban kapten pelangi bertujuan mengkampanyekan hak-hak para pelaku homoseksual di Qatar. Namun, rencana itu gagal.

Hal itu disebabkan ancaman hukuman kartu kuning dari FIFA kepada kapten yang mengenakan simbol tersebut. FIFA sendiri menyatakan menghormati hukum yang ada di Qatar.

FIFA juga menyatakan bahwa staf pertandingan wajib mengenakan pakaian dan perlengkapan resmi FIFA. Selain itu dilarang untuk dipakai, termasuk ban pelangi.