Pada babak grup pertama, Semen Padang menjadi tim yang paling sedikit kemasukan gol bersama Mitra Kukar dan PSM Makassar. Seluruh tim itu pun berada dalam satu grup B. Namun Kabau Sirah memilik produktivitas gol yang lebih baik, yaitu dengan 4 gol.
Dia juga menjadi satu-satunya tim yang hanya satu kali menelan kekalahan dalam kurun waktu 90 menit. Hal itu juga menjadi acuan jika lini tengah dan belakang Semen Padang menjadi tim yang sangat baik dalam menjaga pertahanan, meski pada akhirnya hanya lolos dari babak grup sebagai peringkat tiga terbaik.
Kelemahan tim ini terlihat jelas dalam adu penalti. Dari lima pertandingan mereka yang berakhir adu penalti, Semen Padang 4 kali menelan kekalahan. Satu-satunya kemenangan yang di dapat ketika menyingkirkan Pusamania Borneo FC di laga semifinal.