Sebagai penjaga gawang, Junda Irawan pernah memakai nomor punggung yang diluar dugaan yakni 10. Padahal nomor itu melekat dengan striker dan kiper biasanya memilih nomor 1 atau dengan angka yang lebih besar.
Nomor itu dipakai Juni Irawan saat membela klub Liga 2, Martapura FC (kini sudah jadi Dewa United setelah diakuisisi) di dalam ajang Piala Presiden 2018.
Karena banyak pertanyaan terkait pilihan nomor 10, Juni Irawan kemudian menjawab melalui postingan di instagramnya, @mj1686. Dia menjelaskan tidak ada alasan khusus, hanya menyukai nomor tersebut dan kebetulan tidak ada pemiliknya.
"Nomor bagus. Sayang kalau ga ada yang pake," tulis Juni Irawan.
Sayangnya, nomor 'keramat' tersebut tidak memberikan keuntungan bagi Juni Irawan. Martapura FC gagal lolos ke babak 8 besar Piala Presiden 2018 karena menghuni dasar klasemen Grup B.
Jajang Mulyana
Jajang Mulyana sempat memakai nomor punggung 10 pada musim 2017-2019 lalu, saat menjadi bek di Bhayangkara FC. Itu terjadi karena dia awalnya adalah seorang striker, tapi kemudian bertransformasi jadi pemain belakang.
"Waktu di Bhayangkara FC, kapten (Indra Kahfi) sekolah lagi, Sahrul (Kurniawan) cedera, jadi saya main di belakang. Waktu itu juga pemain belakang sedang minim," ujar Jajang.
"Sebelum saya latihan, saya ditanya dulu. Kamu bisa main di belakang tidak? Saya bilang bisa ke coach (Simon McMenemy) sudah pernah main di belakang. Dari situ saya nyaman main di belakang," tambahnya soal posisi bermain.
Namun, Jajang tidak kerasan memakai nomor 10 karena dia kemudian mengganti nomor punggung 37. Setelahnya dia pindah ke Bali United musim ini dan memakai nomor 73.