INDOSPORT.COM - Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus, menegaskan bahwa pertandingan Liga 2 2023-2024 tidak dihadiri oleh suporter tim tamu.
Kebijakan tersebut serupa dengan yang dilayangkan untuk laga Liga 1 2023-2024, dengan tujuan agar tak terulang tragedi berdarah kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 silam.
Sekilas mengenai tragedi berdarah kanjuruhan, insiden tersebut telah memakan korban jiwa sebanyak 135 supporter meninggal dunia pada saat perhelatan Liga 1 musim lalu antara Arema FC vs Persebaya.
Insiden nahas itu juga mengakibatkan gelaran Liga 1 2022-2023 sempat dihentikan sementara dan membuat Stadion Kanjuruhan, Malang, hingga saat ini tak beroperasi.
Adapun kebijakan anyar soal larangan kedatangan supporter tim tamu tersebut juga merupakan kesepakatan antara Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Federation Internationale de Football Association (FIFA).
“Larangan sifatnya formal. Liga 2 juga sama (seperti kebijakan larangan kehadiran supporter tamu di Liga 1),” kata Ferry Paulus di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Kamis (20/07/23).
Ferry Paulus juga menambahkan bahwa larangan soal kedatangan supporter tim tamu di musim ini juga berlaku untuk seluruh pertandingan sepak bola.
“Tak hanya Liga 2, tapi U-23, U-18, U-16 semuanya sama. Karena kemungkinan klub besar di kelompok umur penontonnya juga besar. Jadi semua standar sama,” jelas Ferry Paulus.
Meski sudah diberlakukan larangan tersebut, namun sudah terjadi kerusuhan di awal Liga 1 2023-2024 yakni pada saat pertandingan antara Persik Kediri kontra Arema FC di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, pada 15 Juli 2023.
Dengan begitu, Ferry Paulus mengatakan bahwa pihaknya langsung bergegas melakukan sejumlah tindakan preventif demi mencegah kedatangan supporter tim tamu agar menghindari kerusuhan yang bisa menelan korban jiwa.
Bekerja Sama dengan Pihak Kepolisian
Ferry Paulus juga menjelaskan bahwa dalam persoalan pencegahan kedatangan supporter tim tamu di laga Liga 1 dan Liga 2 2023-2024, PT LIB telah menggandeng pihak kepolisian.
Apalagi, dipastikan bakal banyak suporter tim tamu yang menyelundup datang tanpa menggunakan atribut sehingga perlu dilakukan tindakan preventif yang nyata.
“Tindakan preventif kita sampaikan ke kepolisan. Ada indikasi hadirnya suporter tamu. Kepolisian melarang untuk berdekatan dengan stadion. Ada yang dipulangkan. Itu caranya polisi,” kata Ferry Paulus.
“Ini penting bahwa antara panpel bahasanya sudah sama dengan polisi. Gimana caranya menanggulangi dan melarang. Jadi dengan adanya sosial media yang sangat rigit, memudahkan untuk melakukan larangan,” sambung Ferry Paulus.
Ferry Paulus juga menuturkan bahwa untuk memaksimalkan penjagaan yang ketat di laga Liga 1 dan Liga 2 2023-2024, bakal ada pengamanan ekstra yang juga dibantu oleh Mabes Polri.
“Bahkan 2 hari sebelum match kita sudah dapat laporan. Kita punya hot line servis di internal LIB. Kalau ada kesulitan dari pihak polisi, kita bantu ke mabes. Dobel cover untuk tanggulangi itu,” kata Ferry Paulus.
Pada kesempatan yang sama, Ferry Paulus juga menyampaikan soal jadwal kick-off Liga 2 2023-2024 akan dilaksanakan paling lambat pada tanggal 8 September 2023.
“Yang masih belum clear soal kontribusi. Hitungan-hitungan belum clear. Akan ada 1 pertemuan kembali sekaligus finalisasi sekaligus penyampaian jadwal. Serta proses izin setiap-setiap klub di stadion masing-masing,” ujar Ferry Paulus.