INDOSPORT.COM - Inter Milan dikabarkan belum menyerah dalam upaya mengejar gelandang Liverpool, Curtis Jones. Klub Serie A itu disebut masih tertarik merekrut pemain jebolan akademi The Reds tersebut, meski pendekatan mereka pada bursa transfer Januari lalu sempat ditolak.
Menurut laporan yang mengutip informasi Fabrizio Romano, Inter sebelumnya mencoba membuka jalan lewat skema pinjaman dengan opsi pembelian. Namun, proposal itu tidak berlanjut. Jones sendiri disebut tidak mendorong kepindahan pada saat itu, sehingga Liverpool tidak berada dalam tekanan besar untuk melepasnya.
Situasinya kini mulai berubah karena kontrak Jones bersama Liverpool mendekati tahun terakhir. Pembicaraan kontrak baru dilaporkan belum mencapai kesepakatan, dan kondisi ini membuat masa depannya mulai menjadi bahan spekulasi. Bagi klub seperti Inter, situasi tersebut bisa menjadi peluang untuk mendapatkan pemain Premier League dengan harga lebih rendah dari nilai pasar normal.
Jones, yang kini berusia 25 tahun, merupakan salah satu pemain lokal penting dalam skuad Liverpool. Ia tumbuh dari akademi klub, memahami kultur Anfield, dan beberapa kali tampil sebagai opsi fleksibel di lini tengah. Namun, persaingan di sektor tersebut sangat ketat, terutama dengan keberadaan pemain seperti Alexis Mac Allister, Ryan Gravenberch, Dominik Szoboszlai, dan Florian Wirtz.
Dalam laporan Paul Joyce, Jones disebut masih memiliki keinginan bertahan di Liverpool, terutama jika ia bisa mendapat peran lebih besar. Kalimat kuncinya ada pada ambisi menjadi “pemain utama”. Artinya, masalahnya bukan sekadar kontrak atau uang, tetapi juga soal posisi dalam proyek tim dan kepercayaan dari pelatih.
Bagi Liverpool, situasi ini tidak sederhana. Jones bukan hanya gelandang rotasi biasa, tetapi juga pemain berstatus homegrown yang memiliki nilai penting dalam komposisi skuad. Di sisi lain, klub juga harus bersikap realistis. Jika kontrak baru tidak kunjung tercapai, melepasnya pada musim panas bisa menjadi opsi untuk menghindari risiko kehilangan nilai transfer lebih besar pada tahun berikutnya.
Inter Milan melihat celah itu. Dari sudut pandang mereka, Jones menawarkan profil yang menarik: pemain tengah yang sudah berpengalaman di Premier League, masih berada di usia produktif, dan punya kemampuan bermain di beberapa peran. Untuk tim yang kerap mencari peluang cerdas di pasar transfer, kondisi kontrak seperti ini jelas menggoda.
Namun, Inter tidak sendirian. Minat dari klub-klub Premier League juga disebut dapat menyulitkan langkah mereka. Secara finansial, tim-tim Inggris biasanya punya ruang lebih besar untuk menawarkan gaji dan paket transfer yang lebih kompetitif dibanding klub Serie A. Jika persaingan meningkat, peluang Inter mendapatkan Jones dengan harga miring bisa menipis.
Dari sisi pemain, keputusan yang harus diambil juga tidak mudah. Bertahan di Liverpool berarti tetap berada di klub masa kecilnya, tetapi ia harus siap menghadapi persaingan yang makin padat. Pergi ke Inter bisa membuka babak baru di liga berbeda, dengan peluang memainkan peran lebih besar, tetapi juga membawa risiko adaptasi di luar Inggris.
Untuk saat ini, belum ada tanda bahwa transfer akan segera terjadi. Inter masih memantau, Liverpool masih menilai situasi, dan Jones tampaknya belum menutup pintu untuk bertahan. Namun, jika pembicaraan kontrak terus mandek, namanya sangat mungkin menjadi salah satu isu panas dalam bursa transfer musim panas.
Masa depan Curtis Jones pada akhirnya akan bergantung pada satu pertanyaan utama: apakah Liverpool bisa memberinya tempat yang cukup penting dalam proyek tim ke depan. Jika jawabannya tidak jelas, Inter Milan bisa kembali datang dengan tawaran yang lebih serius.