Pada 2016 menjadi tahun yang spesial untuk penyelenggaraan TdS, karena untuk pertama kalinya, Grand Opening event balap sepeda internasional dengan nuansa sport tourism ini, akan dilaksanakan langsung di Danau Singkarak sebagai ikon.
"Grand Opening akan langsung dilaksanakan di Danau Singkarak yang menjadi ikon TdS dengan menghadirkan artis ibu kota, Raisa," kata Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal, Raseno Arya.
Raseno merasa yakin dengan dukungan penuh dari Pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten pelaksanaan TdS 2016 bisa dibuat spektakuler. Untuk persiapan benar-benar dilakukan secara matang, salah satu dengan melakukan survey etape sampai tiga kali, tahun-tahun sebelumnya hanya dilaksanakan satu kali saja.
"Dengan melakukan survey tiga kali dan pelaksanaan 12 hari kami harap, hal-hal yang masih dirasa kurang bisa segera dilengkapi," lanjutnya.

Kehadiran Raisa diyakini akan lebih membuat TdS semakin meriah.
Event tahun ini akan diikuti oleh 25 tim dengan pebalab yang berasal dari 30 Negara. Terkait dana, Raseno menyebut, Kementerian Pariwisata hanya menyediakan Rp4 miliar dan itu masih sangat kecil dibandingkan event serupa lainnya.
"Tapi di sini ada dukungan pemerintah daerah (provinsi, kota, dan kabupaten). Karena itu, kami yakin akan menjadikan kegiatan ini sukses," sebutnya.
Khusus untuk pelaksanaan tahun 2016, untuk lebih memadukan nuansa pariwisata dalam TdS, pihak penyelenggara akan memberikan waktu jeda satu hari kepada semua pembalap, yaitu pada Sabtu (13/08/16), setelah etape ketujuh selesai dilaksanakan. Waktu satu hari itu akan dilaksanakan tour city untuk pembalap.
"Jadi para pebalab akan kami bawa ke tempat-tempat wisata di Sumatera Barat. Kebetulan etape ke-8 akan star di Bukittinggi, jadi mereka bisa berwisata di Bukittinggi dan tentunya akan memberikan pengaruh cukup besar terhadap perokonomian Sumbar dan Bukittinggi khususnya," pungkas Raseno.
Tour de Singkarak 2016 sendiri akan dilaksanakan pada 6-14 Agustus mendatang. Dengan etape pertama akan menempuh jarak sepanjang 96,6 km dari Kabupaten Solok dan finish di Ngalau Indah, Kota Payakumbuh.