Mendengar nama Frank Lampard, secara otomatis akan terlintas di otak kita sebuah klub besar Inggris yang seragam biru, yaitu Chelsea. Lampard bagaikan maskot bagi tim biru asal London.
Hingga detik ini pun masih banyak orang yang mengira bahwa dirinya masih berseragam biru. Namun fakta mengatakan lain kehadiran Jose Mourinho di bangku manajer Chelsea membuatnya terpaksa hengkang dari Stamford Bridge yang dicintainya.
Musim 2014, tidak ada angin dan hujan Frank Lampard secara mengejutkan mengucapkan salam perpisahannya untuk pendukung Chelsea. Dia mengucapkannya dari kamp latihan Tim Nasional Inggris di Amerika Serikat bukan di Stamford Bridge atau setidaknya di kota London yang menjadi markas Chelsea.
Padahal setahun sebelum kedatangan Mou, Lampard mendapat dukungan dari seluruh pendukung Chelsea untuk bertahan di klub itu. 'Sign Him Up' adalah kalimat yang terkenal sepanjang 2012/13 di manapun Chelsea bertanding. Namun kedatangan Mou, merubah segalanya.
Sang legenda yang berkontribusi besar membangun nama besar Chelsea itu hanya bisa menjawab lirih mengenai keputusan pihak klub yang didengarnya via telepon.
Ribuan ucapan terima kasih yang bertebaran di situs resmi Chelsea seakan tidak mampu mengobati kesedihan pemain yang kini berusia 37 tahun ini.
Yang membuat hati bergetar adalah saat dirinya mencetak gol ke gawang Chelsea ketika bermain untuk Manchester City musim kemarin.
Tidak ada selebrasi, tidak ada rona kegembiraan di raut wajahnya, seakan menandakan kepedihannya saat membobol jala gawang tim yang pernah dibesarkannya.