INDOSPORT.COM – Pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan terlihat kecewa atas keputusan wasit yang menganggap servicenya melakukan pelanggaran. Merasa dirugikan, Mohammad Ahsan langsung melakukan protes kepada serve judge dengan cara tengil di babak semifinal Fuzhou China Open 2018.
Ahsan yang kala itu sedang melakukan servis tiba-tiba saja dinyatakan fault (pelanggaran) oleh serve judge, ia (serve judge) menganggap bahwa servis yang dilakukan Ahsan melebihi batas tinggi yang telah ditentukan.
Raut wajah kecewa langsung terlihat dari tatapan pebulutangkis berusia 31 tahun tersebut. Yakin bahwa service yang dilakukannya tidak melanggar aturan, Ahsan tidak tinggal diam, ia langsung menghampiri serve judge untuk membuktikannya.
Namun ada yang unik, Ahsan terlihat mengukur batas ketinggian service dengan alat pengukur yang ada di pinggir lapangan sambil mengisyaratkan kepada wasit bahwa apa yang dilakukannya memang tidak melanggar apapun.
Aksi inipun lantas mencuri perhatian para penonton, bahkan suara tawa sempat terdengar pasca Ahsan melakukan aksi protesnya tersebut.
Namun sayangnya pasangan tersebut tidak mampu menyusul Marcus Gideon/Kevin Sanjaya untuk mengamankan tiket final, Indonesia gagal menciptakan All Indonesia Final pada sektor ganda putra. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan harus mengakui keunggulan tuan rumah, He Jiting/Tan Qiang dengan skor 14 – 21, 15 – 21.
Dengan hasil ini, maka Kevin Sanjaya/Marcus Gideon akan kembali menjadi wakil Indonesia satu-satunya dalam babak final ajang Fuzhou China Open 2018 tersebut.
Sekedar informasi, setelah menaklukan The Daddies, sapaan akrab Mohammad Ahsan/hendra Setiawan, He Jiting/Tan Qiang akan memperebutkan medali emas di babak final Fuzhou China Open 2018 melawan Marcus Gideon/Kevin Sanjaya pada, hari ini Minggu (11/11/18).
Terus Ikuti Berita Olahraga Lainnya di INDOSPORT
Penulis: Fildzah Yumna.