INDOSPORT.COM - Polemik perkembangan eSports di Indonesia memang masih menjadi perbincangan hangat. eSports dinilai hanya kegiatan bermain game dan kurang memiliki banyak sisi positif.
Tak mau gejolak ini terus bergulir, Kemenpora melalui Deputi III Pembicaraan Olahraga menggelar Simpuosium bertajuk ‘Interpretasi Esport dalam Wacana Keolahragaan'. Kegiatan tak lepas dari rangkaian Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Kalimantan Selatan.
"Semua harus ada aturannya. eSports sudah menjadi olahraga prestasi. Maka itu lewat forum ini, harus ada standar kompetisi dan standar pembinaan."
"Tugas pemerintah hanya menggerakkan saja, tergantung hasil di simposium ini," ujar Deputi III Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta.
Hadir dalam kegiatan ini pula, atlet eSports Indonesia, Richard Permana. Dia memang tidak membantah ada dampak negatif dari eSports, tapi dia mengatakan masih banyak sisi positif yang bisa diambil dari kegiatan eSports.
"Bagi saya eSports itu memang bikin candu. Tapi dalam hal ini eSports membuat saya candu belajar, belajar dari gamer yang lebih hebat ketimbang saya," kata Richard.
Richard juga membantah orang yang memainkan eSports cenderung menjadi agresif. Atlet yang pernah juara di Counter Striker Global Offensive (CSGO) ini mengatakan itu hanya terjadi pada segelintir orang saja.
"Agresif? Saya sudah main eSports selama 19 tahun dan kebanyakan game tembak-tembakan, tapi selama ini saya tidak agresif. Bahkan saya juga tak mau agresif saat berinteraksi di media sosial," ujarnya.