INDOSPORT.COM - Mantan bintang Chelsea, Cesc Fabregas, mengakui dirinya pernah membelikan sebuah mobil mewah bobrok untuk mantan rekannya, Willy Caballero, usai keduanya bertaruh saat sesi latihan.
Dalam kicauannya di Twitter, cerita ini terjadi pada 2018 silam. Saat itu Fabregas yang masih berstatus pemain Chelsea merupakan salah satu penendang penalti terbaik. Ia pun menantang Caballero untuk memblok penaltinya dengan iming-iming sebuah mobil mewah.
"Berkali-kali setelah latihan, saya selalu berlatih menendang penalti. Saya bahkan bertaruh dengan kiper untuk melatih itu. Untuk beberapa alasan, saya tak pernah gagal. Jadi suatu hari saya merasa percaya diri dan saya bilang ke Caballero jika dia mampu membloknya, dia akan mendapat mobil mewah," ungkap Fabregas.
Alhasil Willy Caballero pun menyanggupi. Namun sayangnya Cesc Fabregas gagal mengeksekusi penalti sehingga kiper Chelsea tersebut menang dan membuat pria asal Spanyol ini harus menuntaskan janjinya untuk memberikannya mobil mewah.
be used at all for £950 so I said, you know what? I’ll get that. The next day they they brought to the training ground and well... I’ll show you the rest on a video. The lesson of the story is: Don’t bet at all at any cost. pic.twitter.com/NURhfzmYF6
— Cesc Fàbregas Soler (@cesc4official) March 15, 2020
"Sayangnya dia (Caballero) berhasil membloknya depan rekan setimku. Saya yang tadinya merasa percaya diri mendadak menjadi manusia paling bodoh. Semua memintaku untuk menuntaskan janjiku.
"Jadi saya pergi ke tempat mobil bekas dan membeli mobil mewah yang hancur dengan harga 950 poundsterling (Rp17 juta). Saya bawa mobil itu ke tempat latihan," lanjutnya.
Di akhir kicauannya, Fabregas pun mengunggah video kala dirinya menghadiahi Caballero mobil mewah yang telah dibelinya. Lucunya, mobil mewah tersebut di beri pita hadiah dengan roda set baru dan kaca yang retak di bagian depannya.
Cesc Fabregas pun mengakhiri kicauannya di Twitter dengan menyebutkan satu pelajaran penting bahwa bertaruh dengan uang atau barang apapun bukanlah suatu hal yang baik. Karena nyatanya dirinya telah menjadi korban dari pertaruhannya tersebut.