Amaiya Zafar akhirnya diizinkan bertanding dengan memakai hijab dan pakaian tertutup, sejak memperjuangkan haknya dalam menjalankan perintah agama sembari mencapai mimpinya menjadi seorang petinju. Ia kini bisa bertanding di turnamen-turnamen lokal di seluruh Amerika Serikat.
"Ini adalah langkah besar. Ia bekerja keras untuk ini. Ia berhak untuk menunjukkan kemampuannya dan saya bahagia untuknya. Namun ini baru langkah pertama dalam hal membolehkannya mencapai mimpi," tutur Nathaniel Haile, pelatih Zafar kepada Star Tribune.
Pelatih Zafar pun menambahkan, perjuangan Zafar ini bukan semata-mata untuk dirinya sendiri. "Dia berjuang untuk remaja Muslim lainnya."
Petinju wanita di Minnesota, Amerika Serikat, Amaiya Zafar boleh menggunakan hijab.Tahun lalu, Zafar terbang ke Florida dan sudah menimbang berat badan untuk bertanding. Namun sebelum ia bisa menginjak ring, ofisial memberitahu bahwa Zafar tak boleh mengenakan hijab, legging, atau baju lengan panjang. Akhirnya, Zafar pergi dan batal bertanding. Peraturan dari organisasi tinju AS ini dimaksudkan demi alasan keamanan, salah satunya apabila petinju cedera, wasit bisa melihatnya.
Sejauh ini, ia baru diperbolehkan mengenakan hijab pada pertandingan-pertandingan tinju di AS saja. Zafar pun bermimpi untuk berpartisipasi di Olimpiade Tokyo 2020, maka ia harus meyakinkan organisasi tinju internasional, AIBA, untuk mengizinkannya bertanding dengan pakaian tertutup.