Pada tim putri, empat kontestan yang akan bersaing seluruhnya berasal dari Jakarta. Keempat tim tersebut yakni Jakarta PGN Popsivo, Jakarta Electric PLN, Jakarta Pertamina Energi dan Jakarta BNI 46.
Sedangkan pada bagian putra, juara bertahan Surabaya Samator akan bersaing dengan Jakarta Electric PLN, Jakarta BNI 46 dan Jakarta Pertamina Energi.
Direktur Proliga, Hanny Surkatty mengatakan seluruh tim yang memasuki babak final four pertama ini berambisi untuk melaju ke babak final. Tentu saja pada babak nanti dipastikan pertandingan akan berjalan seru dan menegangkan.
"Memasuki babak empat besar, boleh dikatakan semua laga adalah final. Semua tim ingin segera mungkin mendapatkan tiket ke final. Tentu tidak mau ada yang mengalah. Jadi, laga seru dan menegangkan akan terjasi," kata Hanny dalam jumpa pers yang digelar di Park Hotel, Surapati Bandung.
Menurutnya, tim yang kalah berarti harus lebih berkerja keras untuk memenangi laga-laga berikutnya. Sementara yang menang, akan memiliki tabungan poin untuk melaju ke babak final.
Selain itu, dalam babak final four ini akan memperebutkan uang pembinaan sebesar Rp 40 juta, masing-masing untuk tim juara putra dan putri dari jumlah Rp 1 miliar hingga final. Pemain-pemain yang terbaik di posisi masing-masing pun akan dipilih dari babak final four hingga final.
"Penilaian pemain the best itu bukan hanya ditentukan dari teknis saja, melainkan juga dari perilaku di lapangan. Kalau perilakunya tidak baik selama berlangsung final four hingga final, langsung dicoret," tuturnya.
Setelah babak final four pertama, babak final four kedua akan dilaksanakan di Hal A Gelora Bung Karno, Jakarta, 10-12 April. Sementara partai puncak akan digelar di Yogyakarta pada 19 April.
Hanny menambahkan, tim peringkat pertama klasemen akhir tidak menjadi jaminan untuk mudah ke final. Begitu pula dengan tim peringkat keempat, belum tentu akan menjadi lumbung nilai bagi tim-tim lain.