Bandung Utama datang dalam kondisi yang agak pincang karena badai cedera. Tim besutan Ocky Tamtelahitu pun hanya memiliki lima orang pemain cadangan di game ini. Keadaan tersebut diperburuk dengan cederanya Luke Martinus di pertengahan kuarter pertama.
Melihat hal itu, Pacific pun tampil lebih percaya diri, sehingga bisa merebut kuarter pertama dengan skor 15-12. Situasi permainan berubah secara drastis di kuarter kedua. Meski tanpa Luke, Bandung Utama bisa dengan leluasa bermain di paint area lawan.
“Defense kami cukup bagus di game ini, dan game plan saya berjalan dengan lancar. Kami kehilangan beberapa pemain di game ini. Ditambah lagi kondisi cedera Luke pada game tadi sepertinya agak mengkhawatirkan, kami segera melihat hasil cek dari rumah sakit,” ucap Octaviarro Tamtelahitu, pelatih JNE Bandung Utama, dalam rilis yang diterima INDOSPORT.

Fendi Yudha Pratama- center JNE Bandung Utama mencetak 14 angka untuk kemenangan timnya.
“Sebelumnya, kami telah kehilangan Papin, Andre Tiara, dan Teddy karena cedera. Menghadapi seri berikutnya, saya harus memaksimalkan semua pemain yang ada. Namun bukan bearti kami pasrah dengan situasi ini. Kami tidak akan menyerah menatap seri berikutnya di Bandung,” sambungnya.
Seiring berjalannya waktu, konsentrasi pemain Pacific juga terlihat terpecah, total sembilan turnovers dilakukan anak-anak Surabaya, yang berujung pada 17 poin untuk lawan. Pemain Bandung Utama, Surliyadin, menunjukkan aksi dunk di kuarter kedua ini. Bandung Utama mengakhiri kuarter kedua dengan keunggulan 37-20.
Laju Bandung Utama makin tak terbendung di kuarter ketiga. Para pemain Bandung Utama bergantian mencetak angka. Sementara itu, penampilan Pacific semakin menurun, sehingga hanya bisa mencetak dua points di kuarter ketiga. Skor 58-22 untuk Bandung Utama menjadi akhir kuarter ketiga.
Meski sudah unggul jauh, para pemain Bandung Utama tetap bernafsu mencetak tambahan point di kuarter keempat. Alhasil mereka sukses menyarangkan 17 points, sekaligus memastikan kemenangan dengan skor akhir 75-31.