Masih banyaknya klub lokal yang tidak memiliki sponsor tunggal dikarenakan mereka belum berani mengucurkan dana besar untuk menjadi rekanan sebuah klub.
Tidak seperti di negara-negara Eropa yang setiap merk bisa mengkooptasi bagian depan jersey klub, di Indonesia hal itu masih jauh dari harapan.
Mereka biasanya mengakali dengan membagi ruang yang tersisa di bagian depan atau belakang jersey untuk logo sponsor.
"Kalau untuk sponsor utama masih belum ada yang berani dengan harga yang kami pasang. Sekarang kami mengakalinya dengan membagi dua saja. Jadi nanti ada dua logo sponsor di bagian depan jersey," tutur presiden klub Persija Jakarta, Ferry Paulus.
Langkah itu sudah dilakukan beberapa klub besar di Indonesia. Hal yang paling mencolok adalah Persib Bandung. Di musim ini, dengan bermodalkan status juara bertahan ISL, Maung Bandung berhasil merangkul 16 sponsor.
Sponsor Tidak Berani Bayar Mahal