Piala Afrika 2017

6 Cerita 'Mengerikan' dalam Sejarah Piala Afrika: Dari Penembakan Hingga Kecelakaan Pesawat

Editor Ramadhan

Gabon mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah Piala Afrika 2017 yang berlangsung dari 14 Januari hingga 5 Februari. Turnamen sepakbola 2 tahunan terbesar di benua Afrika ini menyajikan total 16 tim dengan pembagian 4 grup.

Meski tak terlalu populer ketimbang perhelatan Euro ataupun Copa America, namun Piala Afrika tetap menjadi sorotan karena sejumlah hal menarik. Misalnya, seperti sederet pemain top asal Afrika yang terlibat merupakan pemain yang merumput di sejumlah liga elit Eropa seperti Liga Primer Inggris.

Sebut saja Riyad Mahrez dan Islam Slimani (Aljazair) yang merupakan bintang Leicester City, Sadio Mane (Senegal - Liverpool), Wilfried Zaha (Pantai Gading - Crystal Palace), Eric Bailly (Pantai Gading - Man United), Wilfried Bony (Pantai Gading - Stoke City), Andre Ayew (Ghana - West Ham), dan sebagainya.

Namun, lagi-lagi gaung Piala Afrika memang tak sekencang hajatan sepakbola tertinggi di sejumlah benua lainnya. Eropa misalnya yang menyuguhkan turnamen yang populer bagi kalangan publik dunia karena hadirnya pemain berkelas di setiap negara dan itu hampir merata.

Yaya Toure saat berhasil membawa Pantai Gading meraih gelar Piala Afrika 2015.

Di samping itu, sepanjang sejarahnya, Piala Afrika justru lebih banyak menyimpan sederet cerita mengerikan. Dimulai dari insiden kecelakaan pesawat, jersey buntung, sampai tragedi penembakan bus yang berisi para pemain.

INDOSPORT coba memugar ingatan para pembaca setia mengenai sejarah kelam Piala Afrika dengan sederet cerita mengerikan.

Halaman 1