Mimpi%20Drogba%20Meraih%20Gelar%20Juara%20%27Perdamaian%27%20untuk%20Pantai%20Gading%20Tahun%202006%20dan%202012

Didier Drogba dikenal secara luas sebagai sosok striker kuat yang andal mencetak gol. Bersama Chelsea, Drogba berhasil meraih sederet gelar bergengsi seperti Liga Primer Inggris dan Liga Champions.

Menariknya, popularitas dan statusnya sebagai striker kelas dunia dimanfaatkan Drogba untuk mencoba membantu menghadirkan perdamaian di negara asalnya yang mengalami perpecahan karena perang saudara.

Selama konflik yang berkecamuk antara 2002 dan 2007, Drogba bahkan pernah berlutut di depan televisi bersama dengan rekan satu timnya di tahun 2005 untuk memohon dengan kedua belah pihak agar meletakkan senjata mereka demi perdamaian.

Setelah perdamaian terjadi, Drogba meminta laga Kualifikasi Piala Afrika 2008 melawan Madagaskar diselenggarakan di ibukota pemberontak, sebagai isyarat untuk membawa semua masyarakat Pantai Gading untuk bersatu.

Sekali lagi Drogba ingin membawa perdamaian di negaranya. Bahkan, mimpi besar Drogba adalah membawa pulang trofi Piala Afrika untuk menyatukan kembali masyarakat Pantai Gading.

Sayang, mimpi itu justru kandas dan gagal diraih. Meski dua kali tampil di partai final Piala Afrika (2006 dan 2012), Pantai Gading justru gagal dan kalah di laga final lewat dua kali adu penalti.

“Saya telah memenangkan banyak trofi di sepanjang karier saya. Tapi tidak ada yang pernah bisa membantu memenangkan perdamaian di negara saya. Saya sangat bangga karena hari ini di Pantai Gading, kami tak membutuhkan gelar juara sebagai perayaan,” tandas Drogba.

Halaman 6