Piala Jenderal Sudirman 2015

Gagal di PJS, Joko Susilo Siap Dievaluasi

Arema Cronus memang hanya sampai di babak semifinal perhelatan Piala Jenderal Sudirman 2015. Langkah mereka dihentikan oleh Mitra Kukar lewat drama adu penalti.

Dengan hasil ini mencuat kabar bahwa manajemen Arema akan melakukan evaluasi kepada jajaran pelatih tim berjuluk Singo Edan. Mendengar kabar ini, pelatih Arema Joko Susilo berbesar hati.

Bahkan ia rela jika nantinya manajemen tim Arema Cronus menunjuk pelatih baru dari asil dari evaluasi pasca kegagalan di Piala Jenderal Sudirman.

Joko Susilo mengaku tak masalah jika nantinya posisi dia dikembalikan lagi sebagai asisten pelatih. Sepeninggal Almarhum Suharno, dia ditunjuk untuk membantu tim dalam perjalanan mengarungi turnamen Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman.

Selain dirinya, di gelaran Piala Presiden dan PJS, Ahmad Bustomi dkk dibesut oleh I Made Pasek Wijaya, Kuncoro dan Alan Haviludin (Pelatih Kiper).

"Untuk diketahui, posisi saya bukan pelatih kepala karena ada tim pelatih," tutur pelatih yang akrab disapa Gethuk tersebut.

Lebih lanjut, Gethuk pun menegaskan statusnya. Seperti yang diberitakan beberapa media lokal di Malang belakangan ini, dirinya terancam dipecat atau mundur dari jabatan Pelatih Arema Cronus.

"Status saya kan membantu tim ini, karena ditunjuk manajemen setelah Mas Harno meninggal dunia. Jadi, kurang tepat kalau ada istilah mundur atau dipecat," tandasnya.

Gethuk pun tetap terbuka dengan berkembangnya isu terkait datangnya pelatih baru. Dia pun tak masalah jika itu memang jalan terbaik untuk memajukan klub dalam meningkatkan prestasi.

"Kalau untuk kemajuan klub, pasti saya dukung. Nanti tanggal 27 diumumkan itu oleh pengurus klub," tutup ia.